NILAI-NILAI BUDAYA JAWA DALAM KOMIK DIGITAL DONGKREK KARYA ARIF BAYU SERTA RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA PADA SISWA KELAS VII

  • Dristanta Setya Pradipta
  • Dwi Sulistyorini Universitas Negeri Malang
Keywords: Javanese culture, literature learning, students, values

Abstract

Direct teaching of literature will aid in the development of students' understanding, which will include insight into human traditions and culture. Dongkrek is a Javanese traditional art form that may be utilized as a guide and role model for children in character development and social behavior through literature study for class VII junior high school students. Based on the foregoing, the purpose of this study is to define Javanese cultural values in the digital comic Dongkrek, as well as their significance to the literary learning of class VII middle school students. The research approach employed was a qualitative descriptive method. Mutual cooperation, rukun guyub, grapyak semanak (friendly), lembah manah (humble), ewuh pakewuh (respectful/mutual respect), pangerten (mutual respect), andhap ashor (virtuous), and tepo seliro (tolerance) were discovered as Javanese cultural values. We create a feeling of empathy rationally via ideals, which might foster a sense of tolerance amongst individuals. The eight noble principles of Javanese culture presented in Arief Bayu Harisma's digital comic Dongkrek are vital for pupils to grasp as a developed character identity as well as a benchmark for conduct and social management. This is also in accordance with the general learning achievements of class VII students in Phase D, and in accordance with the learning objectives in narrative text material, fantasy tales and folk tales (Activity 9 Comparing Characterizations in Folklore Comics) Class VII Indonesian Language Education.

References

Ainin, M. 2010. Metodologi Penelitian . Malang: Hilal Pustaka.

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. (Edisi.Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Endraswara, S. 2006. Metode, Teori, Teknik Penelitian Kebudayaan. Pustaka Widyatama.

H, Yana M. 2010. Falsafah dan Pandangan Hidup Orang Jawa. Yogyakarta: Absolut.

Harisma, A.B. dan Saferina, C. 2020. Komik DONGKREK. Kucing Kampus Studio.

Herusatoto, B. 2000. Simbolisme dalam Budaya Jawa. Yogyakarta:Hanindita Graha Widia.

Hermanto, W. 2011. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (Jakarta: Bumi Aksara.

Huda, M. D. 2011. Varian Masyarakat Islam Jawa dalam Perdukunan (Kediri: STAIN Kediri Press.

Jatirahayu, W. 2013. Kearifan Lokal Jawa Sebagai Basis Karakter Kepemimpinan. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah. 17 (1).

Koentjoroningrat, R. 2012. Bentuk-Bentuk Gotong Royong Masyarakat Desa.PT. Rineka Cipta:Jakarta

Kusnadi. 2006. Filosofi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Bandung: Humaniora.

Kutanegara, P.M. dkk. 2012. Revitalisasi Kesenian Dongkrek dalam Rangka Ketahanan Budaya Lokal: Studi Kesenian Dongkrek Desa Mejayan Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Luxman, Seli,S., & Wartiningsih, A. 2014. Budaya Masyarakat Jawa dalam Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala (Kajian Antropologi Sastra. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 11(3). DOI: https://dx.doi.org/10.26418/jppk.v3i11.7665

Maiyuni, F.E. 2022. Implementasi nilai-nilai karakter dalam ekstrakurikuler Kesenian Dongkrek di SMP Negeri 1 Mejayan. Tesis Diploma, Universitas Negeri Malang.

Moleong, J. Lexy. 1991. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Pahlevi, Farida Sekti. 2018. Peran Kesenian Tradisional Dongkrek Sebagai Media Pendidikan Nilai Moral. Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains. 3(2), https://doi.org/10.21154/ibriez.v3i2.86 diakses pada 15 November 2023.

Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Panduan Praktis Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Melalui Budaya Sekolah. Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Sekolah Dasar dan Pendidikan Menengah Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Dari https://ditsmp.kemdikbud.go.id/implementasi-penguatan-pendidikan-karakter-berbasis-budaya-sekolah/ diakses 27 November 2023

Pradanta, W. S, Sudardi, B. Subiyantoro, S. 2015. Kajian Nilai-Nilai Budaya Jawa dalam Tradisi Bancaan Weton di Kota Surakarta (Sebuah Kajian Simbolisme dalam Budaya Jawa). Lingua, 12(2):152-174. Dari www.jurnal-ingua.info. Diakses 12 Oktober 2023.

Pranadji, T. 2009. Penguatan Kelembagaan Gotong Royong dalam Perspektif Sosio Budaya Bangsa. Bogor. Jurnal Forum Penelitian Agro Ekonomi, IPB.Volume 27 No. 1.

Primasasti, A. 2022. Hasthalaku dan Identitas Pemuda Solo. Solo: Pemerintah Kota Surakarta (online). ( https://surakarta.go.id/?p=24344), diakses 14 November 2023.

Rahayu, M. (2022, February). The Discourse of Common People Represented in Javanese Version of Abu Nawas Stories. In International Symposium on Religious Literature and Heritage (ISLAGE 2021) (pp. 153-158). Atlantis Press.

Rahayu, M. (2020). The discourse of radicalism and family roles in standing against radicalism represented in Garin Nugroho’s film “Mata Tertutup”. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 20(01), 105-119.

Rahmanto, B. 2007. Metode Pembelajaran Sastra. Yogyakarta: Kanisius.

Rohmadi. 2012. Jurnal Menjadikan Nilai-nilai Budaya Gotong Royong Sebagai Common Indentyty Dalam Kehidupan Bertata Negara-Negara Asean. Malang: UNM.

Sheldon, K L. 2009. “Communication For Nurses: Talking With Patients: Second Edition”. Jakarta. Penerbit Erlangga.

Subagyo. 2012. Pengembangan Nilai dan Tradisi Gotong Royong dalam Bingkai Konservasi Nilai Budaya. Indonesian Journal of Conservation. I(1) Edisi Juni 2012: hlm 61-68.

Sudarsih.S. 2021. Pentingnya Nilai Guyub Rukun bagi Remaja di Dusun Sembung Sendangtirto Berbah Sleman Yogyakarta. Jurnal Harmoni. 5(1). DOI: https://doi.org/10.14710/hm.5.1.42-47 diakses 10 Oktober 2023.

Sumarno. 2020. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sutarsih. 2010. Sapa Aruh: Strategi Pemersatu Bangsa dan Pemerkaya Bahasa. Seminar Nasional Pemertahana Bahasa Nusantara, 244-248.

Widodo, A. dkk. 2017. Analisis Nili-nilai Falsafah dalam Buku Pituutur Luhur Budaya Jawa Karya Gunawan Sumodiningrat Sebagai Sumber Belajar dalam Pembelajaran IPS. JPPI, 02.

Published
2025-10-13
How to Cite
1.
Pradipta D, Sulistyorini D. NILAI-NILAI BUDAYA JAWA DALAM KOMIK DIGITAL DONGKREK KARYA ARIF BAYU SERTA RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA PADA SISWA KELAS VII. hiskimalang [Internet]. 13Oct.2025 [cited 3Feb.2026];5(01):15-0. Available from: https://www.journal.hiskimalang.com/index.php/hiskimalang/article/view/69